Cara cek daftar pustaka online dalam 5 langkah
Semua langkah di bawah bisa dilakukan gratis dengan browser. Urutannya dibuat dari yang paling cepat memberi kepastian (DOI) ke yang paling butuh penilaian (buku dan laporan).
- 1
Pisahkan setiap referensi jadi satu baris
Salin daftar pustaka dari dokumenmu dan pastikan satu referensi menempati satu baris. Referensi yang terpotong atau tergabung sering salah terbaca, baik oleh kamu maupun oleh alat cek.
- 2
Cek DOI di doi.org
Kalau referensi punya DOI, buka doi.org dan tempel kodenya. Jika terbuka, bandingkan judul, penulis, dan tahun di halaman tujuan dengan yang kamu tulis. DOI yang aktif tetapi mengarah ke artikel lain berarti sitasinya salah.
- 3
Cari judul di Google Scholar atau Crossref
Untuk referensi tanpa DOI, cari judul lengkapnya di dalam tanda kutip di Google Scholar. Untuk jurnal internasional, Crossref Metadata Search menampilkan metadata resmi dari penerbit. Judul yang tidak muncul di keduanya perlu dicurigai.
- 4
Cek jurnal Indonesia lewat Garuda atau situs jurnalnya
Banyak jurnal nasional belum terindeks Crossref. Cari judulnya di Garuda atau langsung di laman OJS jurnal yang disebut, lalu cocokkan volume, nomor, dan tahun.
- 5
Cek buku dan laporan lewat katalog
Buku dicek lewat Google Books, katalog perpustakaan, atau situs penerbit. Laporan pemerintah dan lembaga dicek di laman resmi lembaganya. Sumber seperti ini sering tidak punya DOI, dan itu bukan tanda palsu.
Kalau daftar pustakamu panjang, ada dua jalan pintas. Crossref Simple Text Query menerima daftar pustaka utuh dan mengembalikan DOI untuk entri yang terdaftar di Crossref, tanpa jurnal lokal, buku, atau laporan. CekSitasi mencocokkan setiap baris ke beberapa katalog akademik sekaligus dan memberi status per sitasi: ditemukan, metadata beda, perlu kamu periksa sendiri, atau kemungkinan palsu.
