CekSitasi
Panduan DOI

Cara cek DOI jurnal aktif atau tidak.

DOI yang aktif hanya membuktikan ada halaman tujuan. Untuk tugas atau skripsi, kamu tetap perlu memastikan DOI itu milik judul, penulis, dan tahun yang sama dengan sitasi yang kamu tulis. Panduan ini mencakup cara cek DOI, cara mencari DOI yang tidak dicantumkan, dan langkah saat DOI tidak ditemukan.

1

Buka DOI dan lihat halaman tujuan

DOI biasanya mengarah ke publisher, Crossref, DataCite, atau repositori. Catat judul, penulis, jurnal, dan tahun yang tampil.
2

Cocokkan dengan sitasi

Jika DOI benar tetapi judul atau penulis berbeda, sumber itu belum aman dipakai tanpa revisi sitasi.
3

Cek DOI rusak atau dialihkan

DOI yang tidak terbuka, diarahkan ke halaman umum, atau hanya cocok sebagian perlu dicek dari katalog akademik lain.

Apa itu DOI dan di mana letaknya di jurnal

DOI (Digital Object Identifier) adalah kode unik permanen untuk satu artikel atau dokumen digital. Bentuknya selalu diawali 10. lalu kode penerbit dan kode artikel, misalnya 10.1000/xyz123. Kode yang sama bisa ditulis sebagai tautan: https://doi.org/10.1000/xyz123.

Di artikel jurnal, DOI biasanya tercetak di halaman pertama PDF (header atau footer), di halaman abstrak pada situs jurnal, dan di kotak "Cite" atau "Sitasi". Satu DOI menunjuk ke satu artikel, bukan ke jurnalnya. Jurnal sendiri diidentifikasi dengan ISSN.

Cara cek DOI jurnal aktif atau tidak lewat doi.org

  1. 1

    Salin kode DOI saja

    Ambil bagian yang diawali 10. tanpa awalan "doi:" dan tanpa titik atau koma di akhir kalimat. Karakter sisa dari daftar pustaka adalah penyebab paling umum DOI terlihat mati.

  2. 2

    Tempel di doi.org

    Buka doi.org dan tempel kodenya di kolom pencarian, atau ketik https://doi.org/ diikuti kode DOI langsung di address bar browser.

  3. 3

    Lihat ke mana DOI diarahkan

    DOI aktif akan membuka halaman artikel di situs penerbit atau repositori. Catat judul, penulis, nama jurnal, dan tahun yang tampil di sana.

  4. 4

    Kalau muncul "DOI not found"

    Periksa salah ketik yang sering terjadi: huruf l tertukar angka 1, huruf O tertukar angka 0, spasi di tengah kode, atau tanda baca yang ikut tersalin. Coba sekali lagi sebelum menyimpulkan DOI-nya tidak ada.

  5. 5

    Cocokkan dengan sitasi yang kamu tulis

    DOI aktif belum berarti sitasi benar. Judul, penulis pertama, dan tahun di halaman tujuan harus sama dengan yang ada di daftar pustakamu.

Cara cek DOI jurnal online lewat Crossref dan Google Scholar

doi.org menjawab pertanyaan "DOI ini mengarah ke mana?". Crossref dan Google Scholar menjawab pertanyaan sebaliknya: "artikel ini DOI-nya apa?". Keduanya dipakai bersama saat kamu ragu DOI di daftar pustaka memang milik artikel yang dimaksud.

Di Crossref Metadata Search (search.crossref.org), ketik judul artikel. Hasilnya menampilkan metadata resmi dari penerbit beserta DOI-nya. Kalau DOI di daftar pustakamu berbeda dari yang tampil, pakai yang dari Crossref.

Di Google Scholar, cari judul lengkap dalam tanda kutip, buka tautan ke situs penerbit, lalu lihat DOI di halaman artikel. Google Scholar sendiri tidak selalu menampilkan DOI di hasil pencarian, jadi halaman penerbitnya yang menjadi acuan.

Cara mencari DOI jurnal yang tidak dicantumkan

  • Cari judul artikel di Crossref Metadata Search. Kalau artikelnya terdaftar, DOI tampil di hasil.
  • Buka halaman artikel di situs jurnal atau OJS-nya. DOI biasanya ada di sidebar atau di bawah judul.
  • Untuk jurnal Indonesia, cari judulnya di Garuda, lalu ikuti tautan ke laman artikelnya.
  • Kalau tidak ditemukan di mana pun, kemungkinan artikel itu memang tidak punya DOI. Banyak jurnal nasional, prosiding lama, dan buku tidak memakai DOI. Tulis URL resmi artikelnya sebagai pengganti.

Kalau DOI jurnal tidak ditemukan

Ada empat penyebab yang paling sering, dan tindakannya berbeda:

  1. 1

    Salah ketik atau karakter ikut tersalin

    Bersihkan kodenya dan coba lagi di doi.org. Ini penyebab paling umum.

  2. 2

    Artikel baru dan DOI belum teregistrasi

    Artikel online-first kadang sudah mencetak DOI sebelum terdaftar di resolver. Cek halaman artikel di situs penerbit; kalau judul dan penulis cocok di sana, catat dan cek ulang beberapa hari kemudian.

  3. 3

    Artikel memang tidak punya DOI

    Kalau judulnya ditemukan di Google Scholar, Garuda, atau situs jurnal tanpa DOI, sitasinya tetap bisa valid. Hapus DOI yang keliru dan tulis URL resminya.

  4. 4

    DOI berasal dari referensi karangan

    Kalau judulnya juga tidak ditemukan di Crossref, Google Scholar, maupun situs jurnal yang disebut, besar kemungkinan referensinya tidak pernah ada. Ini pola umum pada referensi buatan AI. Ganti dengan sumber yang benar-benar ada.

Contoh: DOI aktif tetapi sitasi tetap salah

Contoh berikut adalah ilustrasi pola, bukan artikel nyata. Perhatikan bahwa tiga dari empat kasus punya DOI yang aktif.

Ilustrasi hasil cek DOI
StatusKeterangan
DOI aktif, metadata cocokHalaman tujuan menampilkan judul, penulis, dan tahun yang sama dengan daftar pustaka. Valid.
DOI aktif, judul bedaDOI mengarah ke artikel lain di jurnal yang sama. Salah satu dari DOI atau sitasinya harus diganti.
DOI aktif, tahun bedaVersi online-first terbit 2022, versi cetak 2023. Pakai tahun versi yang kamu baca dan konsisten dengan gaya sitasimu.
DOI tidak ditemukanJudul juga tidak ada di Crossref maupun Google Scholar. Kemungkinan palsu; cari sumber pengganti.

Di APA 7, DOI ditulis sebagai tautan di akhir entri, misalnya: Nama, A. B. (2021). Judul artikel. Nama Jurnal, 12(3), 45-67. https://doi.org/10.1000/xyz123

Cek banyak DOI sekaligus

Mengecek DOI satu per satu masuk akal untuk beberapa referensi. Untuk daftar pustaka skripsi, tempel seluruh daftar ke CekSitasi: setiap DOI dibuka, metadatanya dicocokkan dengan judul, penulis, dan tahun yang kamu tulis, lalu setiap baris diberi status yang bisa kamu cek ulang sendiri.

Checklist cepat

Yang harus dicek sebelum sumber dipakai.

Format DOI terlihat seperti 10.xxxx/xxxxx
Halaman DOI menampilkan judul yang sama
Penulis utama dan tahun terbit cocok
Nama jurnal atau proceedings tidak berubah
Tidak hanya mengandalkan link yang ada di PDF
FAQ

Kalau DOI aktif, apakah sitasinya pasti benar?

Belum tentu. DOI aktif bisa saja ditempel ke judul yang berbeda. Sitasi baru kuat jika metadata DOI cocok dengan detail yang kamu tulis.

Kenapa DOI bisa tidak ditemukan?

Bisa karena DOI salah ketik, artikel belum punya DOI, sumber berasal dari buku atau laporan, atau katalog publik belum memperbarui metadata.

Apakah semua jurnal punya DOI?

Tidak. Banyak jurnal nasional, prosiding, buku, dan laporan tidak memakai DOI. Sumber tanpa DOI tetap bisa valid; yang dicek adalah keberadaan artikelnya di situs jurnal, Garuda, atau katalog lain.

Bagaimana cara membuka DOI?

Tulis https://doi.org/ lalu kode DOI-nya di address bar browser, misalnya https://doi.org/10.1000/xyz123, atau tempel kodenya di kolom pencarian doi.org. DOI yang aktif akan membuka halaman artikel di situs penerbit atau repositori.

Apa bedanya DOI dan ISSN?

DOI mengidentifikasi satu artikel atau dokumen. ISSN mengidentifikasi jurnalnya sebagai terbitan berkala. Dua artikel dari jurnal yang sama punya ISSN sama tetapi DOI berbeda.

Bisa cek DOI jurnal online gratis?

Bisa. doi.org dan Crossref Metadata Search gratis untuk cek satu per satu. Di CekSitasi, 3 sitasi pertama bisa dicek gratis setelah daftar, termasuk pencocokan DOI dengan metadata sitasinya.

Diperbarui: 10 Oktober 2026

Sumber yang dirujuk