Kapan daftar pustaka skripsi harus dicek
Daftar pustaka skripsi bukan dokumen yang dicek sekali di akhir. Referensi masuk sedikit demi sedikit selama berbulan-bulan, dan kesalahan kecil yang tidak dibereskan di awal ikut terbawa sampai revisi terakhir. Ada empat titik yang paling masuk akal untuk berhenti dan mengecek.
- 1
Saat menyusun proposal
Proposal biasanya memuat daftar pustaka pertama yang cukup panjang. Mengecek di tahap ini berarti sumber yang lemah bisa diganti sebelum Bab 2 ditulis di atasnya.
- 2
Sebelum bimbingan
Kirim draf ke dosen pembimbing dengan daftar pustaka yang sudah kamu periksa sendiri. Waktu bimbingan lebih berguna untuk membahas isi daripada mencari tahu DOI mana yang salah ketik.
- 3
Saat revisi
Setiap revisi sering menambah, menghapus, atau mengganti sumber. Cek ulang daftar pustaka setelah perubahan besar supaya entri yang baru ditambahkan tidak membawa kesalahan baru.
- 4
Sebelum sidang dan sebelum dijilid
Ini cek terakhir. Sisakan waktu beberapa hari, bukan beberapa jam, supaya kalau ada referensi yang harus diganti kamu masih sempat menyesuaikan kutipan di teks.
Tanggal bimbingan dan jadwal sidang adalah tenggat nyata milikmu sendiri, jadi paling mudah menghitung mundur dari sana. Untuk langkah cek manual lewat doi.org dan Crossref, baca panduan cara cek daftar pustaka valid.
Cek daftar pustaka skripsi sebelum sidang: apa yang bisa kamu siapkan
Setiap kampus punya pedoman penulisan dan cara menguji yang berbeda, jadi tidak ada daftar tunggal tentang apa yang ditanyakan di sidang. Yang bisa kamu kendalikan adalah memastikan tiap sumber di daftar pustaka bisa kamu pertanggungjawabkan kalau ditanya.
- Setiap entri benar-benar ada, dan judul, penulis, serta tahunnya sama dengan yang tertulis di sumber aslinya.
- Setiap kutipan di teks punya entri di daftar pustaka, dan setiap entri di daftar pustaka pernah dikutip di teks.
- Kamu tahu di mana sumber itu bisa dibuka lagi: tautan DOI, halaman jurnal, katalog perpustakaan, atau berkas yang kamu simpan.
- Sumber yang tidak punya DOI sudah kamu cek lewat jalur lain, misalnya Garuda, situs jurnalnya, atau katalog perpustakaan.
- Format sudah konsisten dengan pedoman kampusmu, entah APA 7 atau gaya lain yang diminta.
Hasil cek otomatis membantu menemukan entri yang perlu dilihat lagi, tetapi tidak menggantikan membaca sumbernya. Kamu tetap yang harus memahami isi tiap sumber yang kamu kutip, dan CekSitasi tidak menjanjikan hasil sidang.
Daftar pustaka Bab 2: sumber mana yang paling sering bermasalah
Tinjauan pustaka biasanya memuat paling banyak sumber dari paling banyak jenis, jadi di sinilah masalah daftar pustaka lebih mudah muncul. Berikut jenis sumber yang layak kamu periksa lebih teliti.
- Jurnal lokal tanpa DOI: banyak jurnal nasional tidak memakai DOI atau belum terindeks di Crossref. Itu tidak membuatnya palsu, tetapi kamu perlu bukti lain, misalnya halaman artikel di situs jurnal atau entri di Garuda.
- Buku lama: edisi, tahun cetak, dan penerbit sering tertukar antara edisi pertama dan cetak ulang. Cocokkan dengan halaman judul buku atau katalog perpustakaan.
- Skripsi atau tesis orang lain: bisa menjadi rujukan selama aksesnya jelas, tetapi tulis lengkap nama penulis, tahun, perguruan tinggi, dan tempat kamu menemukannya. Cek pedoman kampusmu soal batasannya.
- Website dan artikel daring: halaman bisa berubah atau hilang. Catat penulis atau lembaganya, tanggal terbit, dan tanggal kamu mengaksesnya. Utamakan laman resmi lembaga dibanding blog yang menyalin ulang.
- Referensi hasil AI: nama penulis dan jurnal bisa nyata sementara judul, tahun, atau DOI-nya tidak pernah ada. Cek satu per satu sebelum masuk Bab 2.
- Kutipan dari kutipan: kalau sebuah teori kamu ambil dari buku lain, pastikan kamu tahu apakah sumber aslinya pernah kamu baca atau hanya lewat buku perantara.
Jurnal skripsi dan website untuk skripsi: cara menilai sumber sebelum dikutip
Sebelum sebuah jurnal atau website masuk daftar pustaka, tanyakan tiga hal. Siapa penulis atau lembaganya? Kapan terbit atau terakhir diperbarui? Dan bisakah orang lain membuka sumber yang sama dengan petunjuk yang kamu tulis?
Untuk jurnal, perhatikan nama jurnal, volume, nomor, dan halaman, lalu cocokkan dengan halaman artikel di situs penerbit. Untuk website, sumber dari lembaga pemerintah, universitas, atau organisasi profesi biasanya lebih mudah dipertanggungjawabkan daripada halaman tanpa nama penulis.
Kalau kamu masih mencari bahan bacaan, halaman cari referensi jurnal membantu menemukan artikel dari topik atau kalimat yang kamu tulis, dan panduan cara mencari jurnal untuk skripsi menjelaskan alurnya langkah demi langkah.
Cek dapus skripsi yang panjang sekaligus
Daftar pustaka skripsi sering berisi puluhan entri. Mengecek satu per satu di doi.org dan Google Scholar bisa dilakukan, tetapi memakan waktu. Berikut cara kerja cek sekaligus di CekSitasi.
- 1
Tempel daftar pustaka, satu referensi per baris
Salin dari dokumenmu. Referensi yang terpotong ke dua baris sering terbaca sebagai dua entri, jadi rapikan dulu sebelum menempel.
- 2
Lihat status untuk setiap sitasi
Tiap baris dicocokkan ke katalog akademik seperti Crossref, OpenAlex, Semantic Scholar, dan Garuda, lalu diberi status sendiri, bukan satu nilai untuk seluruh daftar.
- 3
Mulai dari yang bermasalah
Entri dengan metadata beda atau yang tidak ditemukan perlu kamu buka dulu. Entri yang cocok tidak perlu menghabiskan waktumu.
- 4
Perbaiki, ganti, lalu format
Perbaiki tahun atau penulis yang keliru, atau cari sumber pengganti kalau memang lemah. Setelah itu rapikan ke APA 7 atau gaya lain.
Cek gratis mencakup 3 sitasi pertama setelah daftar. Laporan lengkap dengan bukti sumber, alasan di tiap sitasi, dan pencarian referensi pengganti ada di paket berbayar. Batas jumlah sitasi per laporan berbeda tiap paket dan tertulis di halaman harga. Format daftar pustaka ke APA 7, IEEE, Vancouver, atau Harvard gratis untuk semua pengguna.
Contoh hasil cek dapus skripsi: arti tiap status
Contoh berikut adalah ilustrasi pola yang sering muncul pada daftar pustaka skripsi, bukan referensi nyata dan bukan hasil dari mahasiswa tertentu.
Ilustrasi status pada daftar pustaka skripsi
| Status | Keterangan |
|---|
| Valid | Artikel jurnal dengan DOI aktif. Judul, penulis, dan tahun cocok dengan metadata sumber. Tinggal dirapikan formatnya. |
|---|
| Metadata beda | Artikel ditemukan, tetapi daftar pustaka menulis tahun 2018 sedangkan sumbernya terbit 2020. Perbaiki tahunnya, lalu cek apakah kutipan di teks ikut berubah. |
|---|
| Perlu kamu periksa sendiri | Buku terbitan lokal edisi lama yang tidak ada di katalog daring. Cek lewat katalog perpustakaan atau buku fisiknya. |
|---|
| Kemungkinan palsu | Judul tidak ditemukan di sumber akademik yang dicek, padahal nama penulis dan jurnalnya nyata. Cari sumber aslinya atau ganti dengan referensi lain. |
|---|
Status membantu kamu menentukan urutan kerja. Keputusan akhir tentang sumber mana yang dipakai tetap ada padamu dan dosen pembimbingmu.