CekSitasi

Temukan jurnal asli untuk mendukung paragraf skripsimu.

Tempel paragraf atau klaim, lalu temukan sumber akademik yang bisa kamu baca dan sitasi.

0/250 kata

Dipakai 30.000 mahasiswa dari

  • Universitas Indonesia
  • Universitas Gadjah Mada
  • Universitas Airlangga
  • IPB University
  • Universitas Padjadjaran
  • Universitas Brawijaya
Perbaiki sitasimu

Temukan dan ganti sitasi palsu

Verifikasi tiap referensi tanpa perlu kerja detektif.

Jangan percaya sitasi AI

Referensi yang dibuat AI sering mencampur penulis, tahun, jurnal, atau bahkan mengarang sumber yang tidak pernah ada.

Masalahnya

Daftar pustaka terlihat rapi dan meyakinkan, tapi isinya campur data. DOI-nya nyambung ke artikel yang beda, atau memang tidak ada sama sekali.

Solusinya

Tempel daftar pustakamu, lalu tiap sitasi dicocokkan satu per satu ke katalog akademik. Yang cocok diberi status, yang tidak jelas ditandai supaya kamu tahu mana yang perlu dicek ulang.

Kenapa CekSitasi?

Fitur yang bikin sitasimu lebih rapi

Sitasi yang sudah diverifikasi, terhubung langsung ke sumbernya.

Verifikasi sumber

Setiap referensi dicocokkan ke katalog akademik global dan lokal, jadi sitasi yang nyambung langsung ke sumbernya sendiri, bukan cuma kelihatan rapi.

Saran sitasi pengganti

Kalau sitasinya tidak ditemukan atau metadatanya beda, kami tawarkan kandidat sumber lain di topik yang sama supaya kamu punya pilihan lain.

Tautan langsung ke sumber

Buka DOI, penerbit, atau akses terbuka langsung dari laporan, lengkap dengan metadata aslinya supaya kamu bisa verifikasi sendiri.

Pertanyaan yang sering muncul

Apa itu CekSitasi?

Alat cek daftar pustaka. Kamu tempel referensi yang sudah dikumpulkan, lalu tiap sitasi dicocokkan ke katalog akademik. Kamu dapat tahu mana yang ditemukan, mana yang detailnya beda, dan mana yang perlu dicek lagi.

Gimana cara pakainya?

Tempel daftar pustaka ke kolom di atas, satu referensi per baris, lalu tekan tombol cek. Hasilnya muncul di halaman yang sama.

Format apa saja yang bisa dicek?

APA, IEEE, Vancouver, Harvard, dan Daftar Pustaka modus Indonesia. Kalau kamu pakai gaya lain, tempel saja — alat ini baca judul, penulis, tahun, DOI, dan nama jurnal atau penerbit.

Kalau sitasinya tidak ditemukan, berarti palsu?

Belum tentu. Artinya kami belum menemukannya di sumber yang kami cek. Buku lama, jurnal lokal, dan sumber tanpa DOI sering belum terindeks, jadi masih ada kemungkinan yang sebenarnya benar.

Apakah CekSitasi gratis?

Sebagian. Setelah daftar, 3 sitasi pertama bisa dicek gratis, dan format daftar pustaka ke APA 7, IEEE, Vancouver, atau Harvard gratis untuk semua pengguna. Laporan lengkap dengan bukti sumber, pemeriksaan ulang, dan referensi pengganti ada di paket Pro: bayar sekali, bukan langganan otomatis.

Bisa cek referensi dari ChatGPT atau AI lain?

Bisa. Tempel daftar pustaka hasil AI seperti biasa. Referensi buatan AI sering memakai nama penulis dan jurnal yang nyata dengan judul atau DOI yang tidak pernah ada, dan itu terlihat saat tiap sitasi dicocokkan ke katalog akademik.

Kenapa perlu akun?

Akun menyimpan daftar pustakamu supaya tidak perlu mengetik ulang, dan laporan lengkap memuat alasan untuk setiap sitasi.

Kalau masih bingung?

Setiap sitasi di laporan disertai alasannya, jadi biasanya kamu bisa lihat sendiri masalahnya di judul, penulis, tahun, atau DOI. Kalau masih mengganjal, hubungi kami lewat halaman Tentang Kami.

Saat referensi terasa meragukan

Cek, lalu rapikan formatnya.

CekSitasi membantu menandai referensi yang perlu perhatian, membuka bukti sumber yang bisa kamu cek, dan menyiapkan format sitasi yang rapi sebelum tugas dikirim.

Cek sitasi

Lihat status per sitasi: aman, metadata beda, mencurigakan, atau perlu kamu periksa sendiri.

Cari jurnal

Dari paragraf atau topik, dapatkan kandidat sumber yang relevan dan bisa langsung kamu sitasi.

Format

Ubah output ke APA 7, IEEE, Vancouver, atau Harvard tanpa menulis ulang dari nol.

Deadline tidak menunggu

Siapkan sitasimu sebelum tugas dikumpulkan.

Tempel daftar pustakamu, baca dulu mana yang perlu diperbaiki, baru kerjakan bagian yang paling berisiko.

Cari referensi jurnal

Cari referensi jurnal yang relevan, bukan sekadar mirip kata kunci.

Referensi yang baik harus menjawab klaim yang kamu tulis. Mulailah dari konsep utama, batas topik, tahun terbit, dan jenis sumber yang dibutuhkan dosen atau kampus.

1

Tulis klaim atau topik secara spesifik

Masukkan satu paragraf atau pertanyaan riset, bukan hanya satu kata. Semakin jelas konteksnya, semakin mudah menemukan sumber yang relevan.
2

Bandingkan judul dan abstrak

Jangan pilih jurnal hanya karena kata kuncinya sama. Pastikan metode, populasi, atau konteksnya memang mendukung argumenmu.
3

Simpan kandidat dan cek ulang

Setelah menemukan kandidat, cek metadata dan format sitasinya sebelum masuk daftar pustaka.

Cara mencari sitasi jurnal untuk mendukung kalimatmu

  1. 1

    Tulis dulu klaim yang mau didukung

    Satu kalimat yang jelas, misalnya hubungan dua variabel atau definisi konsep. Sitasi dicari untuk klaim itu, bukan untuk topik secara umum.

  2. 2

    Ubah klaim menjadi kata kunci

    Ambil konsep utama dan konteksnya, lalu siapkan versi Indonesia dan Inggris. Banyak bidang lebih banyak terbit di jurnal berbahasa Inggris.

  3. 3

    Cari di Google Scholar, Garuda, atau Cari Jurnal CekSitasi

    Google Scholar luas tetapi bercampur dengan sumber non-jurnal. Garuda fokus pada jurnal Indonesia. Cari Jurnal CekSitasi menerima klaim atau paragraf utuh dan mengembalikan kandidat jurnal beserta metadatanya.

  4. 4

    Baca abstraknya, bukan hanya judulnya

    Pastikan temuan, metode, atau populasinya memang mendukung klaimmu. Judul yang mirip belum tentu isinya mendukung.

  5. 5

    Catat metadata lengkap dan DOI

    Judul, penulis, tahun, nama jurnal, volume, nomor, halaman, dan DOI. Ini yang kamu butuhkan untuk menulis sitasi dan mengeceknya ulang nanti.

  6. 6

    Cek ulang sebelum masuk daftar pustaka

    Buka DOI-nya dan cocokkan metadatanya. Sumber yang baru ditemukan pun bisa salah tersalin.

Cara melihat sitasi jurnal di Google Scholar

"Melihat sitasi" punya dua arti, dan Google Scholar melayani keduanya. Pertama, melihat berapa kali sebuah artikel dikutip: di bawah setiap hasil ada tautan "Dikutip oleh" (Cited by) dengan jumlahnya. Klik tautan itu untuk melihat artikel-artikel yang mengutipnya, biasanya lebih baru dan relevan dengan topik yang sama.

Kedua, melihat daftar pustaka sebuah artikel: buka artikelnya lewat tautan penerbit, lalu gulir ke bagian References atau Daftar Pustaka. Dari sana kamu bisa menelusuri sumber yang lebih lama yang menjadi dasar artikel itu.

Tautan "Artikel terkait" (Related articles) di bawah hasil juga berguna untuk menemukan artikel sejenis yang tidak muncul dari kata kunci awalmu.

Cari daftar pustaka dari artikel yang sudah kamu punya

Satu artikel yang relevan bisa menjadi pintu ke puluhan sumber lain. Telusuri ke belakang lewat daftar pustakanya untuk sumber yang lebih lama, dan ke depan lewat "Dikutip oleh" untuk sumber yang lebih baru.

Satu peringatan: jangan menyalin entri dari daftar pustaka orang lain tanpa membuka sumbernya. Kesalahan tahun, nama penulis, atau DOI ikut tersalin dari satu tulisan ke tulisan berikutnya. Buka dan cek setiap sumber yang kamu ambil dengan cara ini.

Memilih sumber yang aman dikutip

Tidak semua yang muncul di hasil pencarian setara. Sebelum sebuah kandidat masuk daftar pustaka, cek jenis dan kredibilitas sumbernya:

  • Artikel jurnal: lihat apakah jurnalnya punya situs resmi dengan dewan redaksi dan proses review yang jelas. Untuk jurnal Indonesia, akreditasinya bisa dicek di SINTA.
  • Prosiding konferensi: pastikan nama konferensi, tahun, dan penyelenggaranya tercantum dan bisa ditemukan.
  • Buku dan bab buku: cek penerbit, edisi, dan tahun di katalog penerbit atau perpustakaan.
  • Laporan lembaga dan dokumen pemerintah: kutip dari laman resmi lembaganya, bukan dari salinan di situs pihak ketiga.
  • Blog, slide kuliah, dan ringkasan: pakai hanya untuk menemukan sumber primernya, lalu kutip sumber primer itu.

Mencari sitasi dari kalimat atau paragraf

Kalau kamu sudah menulis paragraf tetapi belum punya sumbernya, tempel paragraf itu ke Cari Jurnal CekSitasi. Hasilnya adalah kandidat jurnal yang isinya dekat dengan klaim di paragrafmu, lengkap dengan judul, penulis, tahun, dan DOI yang bisa kamu buka. Hasil pencarian tetap perlu dibaca; alat ini mempersingkat pencarian, bukan menggantikan penilaianmu.

Checklist cepat

Yang harus dicek sebelum sumber dipakai.

Topik dan klaim sesuai dengan isi artikel
Tahun terbit masih relevan untuk bidangmu
Sumber berasal dari jurnal, konferensi, buku, atau laporan yang jelas
DOI atau URL sumber bisa dibuka
Metadata sitasi dicatat sebelum dipakai
FAQ

Apa itu sitasi?

Sitasi adalah penyebutan sumber yang kamu kutip di dalam tulisan, biasanya berupa nama penulis dan tahun di badan teks, yang dipasangkan dengan entri lengkap di daftar pustaka. Sitasi menunjukkan dari mana sebuah klaim berasal dan memungkinkan pembaca memeriksanya.

Apa bedanya cari referensi dan cek referensi?

Cari referensi dipakai saat kamu butuh sumber baru untuk mendukung klaim. Cek referensi dipakai saat kamu sudah punya daftar pustaka dan ingin memastikan sumbernya valid.

Apa bedanya mencari sitasi dan membuat sitasi?

Mencari sitasi berarti menemukan sumber yang mendukung tulisanmu. Membuat sitasi berarti menuliskan sumber itu dalam format tertentu seperti APA 7 atau IEEE. CekSitasi membantu keduanya: Cari Jurnal untuk menemukan sumber, formatter untuk menuliskannya.

Bagaimana cara mengecek jumlah sitasi jurnal?

Cari artikelnya di Google Scholar dan lihat angka di tautan "Dikutip oleh" di bawah hasil. Untuk penulis Indonesia, SINTA menampilkan jumlah sitasi per penulis dan per artikel, dan Scopus menampilkannya untuk artikel yang terindeks di sana. Angkanya bisa berbeda antar basis data karena cakupannya berbeda.

AI apa yang bisa dipakai untuk mencari sitasi jurnal?

Pakai alat yang mengembalikan catatan dari katalog akademik, bukan teks karangan. Cari Jurnal CekSitasi menerima klaim atau paragraf dan mengembalikan artikel beserta judul, penulis, tahun, dan DOI yang bisa dibuka. Chatbot umum bisa menyusun referensi yang terlihat benar tetapi tidak ada, jadi setiap hasilnya tetap harus dicek lewat DOI atau pencarian judul.

Bolehkah mengutip dari daftar pustaka artikel lain?

Boleh, selama kamu membuka dan membaca sumber aslinya. Mengutip tanpa membaca berisiko mewarisi kesalahan metadata dan salah memahami isi sumber.

Apakah semua hasil pencarian bisa langsung dikutip?

Tidak. Hasil pencarian tetap perlu dibaca, dicocokkan dengan klaim, lalu dicek metadata dan format sitasinya.

Diperbarui: 10 Oktober 2026

Sumber yang dirujuk

Cari jurnal untuk skripsi | CekSitasi